Pada hari Sabtu Pahing (15/7/2023) ada kegiatan bersih dusun atau biasa masyarakat menyebutnya "Nyadran" yang diselenggarakan di Dusun Pangkur dan Dusun Serenan. Nyadran merupakan tradisi atau adat istiadat turun temurun yang menjadi kearifan lokal di desa tersebut.
Dengan mengadakan bersih dusun semua warga diharap bisa menjaga kebersihan lingkungan dusun masing-masing. Terlepas dari itu kegiatan tersebut merupakan wujud syukur manusia dengan sang penciptanya dan juga melestarikan adat istiadat pada zaman dahulu. Kepala Desa Pangkur, Suhardi sangat mendukung kegiatan ini, “Semoga kegiatan ini dapat terus dilaksanakan dan menjadi bagian dari identitas dan kearifan lokal Desa Pangkur.
Berdasarkan petunjuk atau perhitungan dari para sesepuh, hari yang tepat untuk melaksanakan kegiatan ini adalah hari Sabtu Pahing. Sehari sebelumnya, tepatnya pada hari Jumat Legi, dilaksanakan kerja bakti membersihkan makam Dusun Pangkur dan Sendang Suko Dusun Serenan.
Di Dusun Pangkur, saat melaksanakan acara selamatan Bersih Dusun, juga ditampilkan hiburan wayang kulit. Wayang kulit adalah salah satu kesenian tradisional Jawa yang di perankan oleh Dalang dengan cerita wewayangan. Dalam kepercayaan dan sastra Jawa, wayang kulit diciptakan oleh Kanjeng Sunan Kalijogo yang merupakan sebagai anggota Wali Songo dan merupakan keturunan Bangsawan Ponorogo, Arya Wirajaya.
Sedangkan di Dusun Serenan menampilkan kesenian Langen beksan. Langen Beksan dikenal luas oleh masyarakat Ngawi namun tidak semua orang mau menari Langeng beksan di tempat tempat terbuka. Langen Beksan juga bisa di identikkan dengan istilah tayub. Tayub sendiri bagi sebagian masyarakat diartikan sebagai ditata supaya guyub atau berarti ditata agar rukun.Tayub merupakan kesenian Jawa yang menampilkan gerak tari mengikuti alunan lagu atau langgam yang ditembangkan oleh sinden dengan diiringi oleh para pengrawit atau penabuh gamelan.
Penampilan Langen beksan dalam acara selamatan Bersih Dusun di Dusun Serenan menambah suasana meriah dan menghidupkan tradisi lokal. Langen beksan ini melibatkan sejumlah penari yang memakai pakaian adat Jawa dan menggerakkan tubuh serta mengikuti irama musik gamelan. Biasanya, Langen beksan ditampilkan dengan gerakan yang indah dan anggun, menggambarkan keindahan dan kelembutan budaya Jawa.