PANGKUR – Di tengah arus modernisasi yang bergerak cepat, Desa Pangkur, Kabupaten Ngawi, tetap berdiri kokoh sebagai penjaga api tradisi. Desa ini menjadi salah satu dari sedikit wilayah yang masih memegang teguh amanah leluhur, terutama dalam menjaga keberadaan benda-benda pusaka peninggalan era bekel dan perangkat desa tempo dulu.
Hingga saat ini, Pemerintah Desa Pangkur diketahui masih menyimpan dan merawat sebuah pusaka berupa keris yang memiliki nilai sejarah tinggi. Pusaka ini bukan sekadar benda logam tempaan, melainkan simbol legitimasi kepemimpinan dan perlindungan spiritual bagi warga desa yang telah diwariskan secara turun-temurun sejak masa kepemimpinan bekel (pemerintahan desa masa lampau).
Pusaka keris tersebut kini disimpan secara khusus sebagai bagian dari aset budaya desa. Bagi masyarakat setempat, keberadaan keris ini dianggap sebagai "paku bumi" atau penanda sejarah berdirinya tata kelola pemerintahan di Desa Pangkur. Keris ini menjadi saksi bisu bagaimana para pendahulu membangun desa, menegakkan keadilan, dan menata kehidupan masyarakat dengan kearifan lokal yang luhur.
Lebih dari sekadar merawat benda fisik, Pemerintah Desa Pangkur beserta para tokoh adat berkomitmen penuh untuk melestarikan "wejangan" atau ajaran lisan para leluhur. Nilai-nilai seperti gotong royong, unggah-ungguh, dan falsafah kepemimpinan yang berlandaskan pada kerakyatan tetap menjadi pedoman dalam pengambilan keputusan di desa.
"Kami tidak hanya menjaga kerisnya, tetapi yang lebih utama adalah menjaga spirit atau ruh dari wejangan para leluhur. Apa yang mereka ajarkan tentang kejujuran dan pengabdian adalah pusaka yang sesungguhnya bagi kami," ujar Bapak Suhardi selaku Kepala Desa Pangkur.
Tradisi lisan ini rutin disampaikan dalam berbagai forum kemasyarakatan, mulai dari acara adat hingga musyawarah desa. Hal ini dilakukan agar generasi muda Desa Pangkur tidak kehilangan akar identitas mereka di tengah tantangan zaman yang semakin dinamis.
Langkah Pemerintah Desa Pangkur ini mendapat apresiasi sebagai upaya nyata dalam melestarikan warisan budaya takbenda. Dengan tetap menjaga adat-istiadat dan benda peninggalan masa lalu, Desa Pangkur membuktikan bahwa kemajuan zaman tidak harus melunturkan nilai-nilai kepribadian bangsa.
Ke depan, Pemerintah Desa berencana untuk terus mengedukasi generasi penerus mengenai sejarah pusaka dan kearifan lokal tersebut, agar marwah kepemimpinan para bekel dan perangkat desa terdahulu tetap abadi, menjadi suluh dalam meniti masa depan desa yang lebih maju dan berbudaya.