PANGKUR — Pemerintah Desa Pangkur mulai mengambil langkah cepat demi menyukseskan perayaan Hari Jadi Desa Pangkur yang jatuh pada bulan Agustus mendatang. Bertempat di Pendopo Desa Pangkur, jajaran perangkat desa bersama tokoh masyarakat dan panitia menggelar rapat koordinasi perdana guna mematangkan konsep serta rangkaian kegiatan, Rabu (22/7).
Dalam rapat yang berlangsung interaktif tersebut, fokus utama pembahasan masih diarahkan pada tahap krusial, yakni penyusunan susunan acara dan pembentukan struktur kepanitiaan. Hal ini dilakukan untuk memastikan seluruh agenda dapat terdistribusi dengan baik dan berjalan tanpa kendala berarti.
Kepala Desa Pangkur menyampaikan bahwa perayaan tahun ini dirancang lebih meriah dan sarat akan nilai budaya lokal. Berbagai perlombaan menarik telah disiapkan untuk melibatkan seluruh elemen masyarakat, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
Ragam Agenda dan Lomba Kreatif
Berdasarkan draf sementara yang dibahas dalam rapat, perayaan Hari Jadi Desa Pangkur pada 11 Agustus 2026 mendatang akan dimeriahkan dengan berbagai kegiatan seni dan budaya yang edukatif, di antaranya:
Lomba Nyanting Batik: Wadah unjuk kreativitas bagi warga untuk melestarikan seni batik lokal.
Lomba Melukis: Ajang menuangkan imajinasi dan bakat seni rupa bagi generasi muda.
Lomba Menari dan Tari Gambyong: Menampilkan keindahan gerak tari tradisional guna menumbuhkan kecintaan terhadap budaya nusantara, dengan porsi khusus untuk Tari Gambyong yang anggun dan memikat.
Pertunjukan Wayang Cilik: Sebagai puncak acara sekaligus penutup rangkaian kegiatan, pementasan wayang oleh dalang cilik akan menghibur warga sekaligus menjadi simbol regenerasi pelestarian seni pedalangan.
Melalui pembentukan panitia yang solid ini, Pemerintah Desa Pangkur berharap seluruh warga dapat berpartisipasi aktif dan bahu-membahu menyukseskan perayaan hari jadi desa tercinta, sekaligus menjadikan momentum ini sebagai ajang mempererat kebersamaan dan melestarikan budaya lokal.